Tampilkan postingan dengan label Studi Kelayakan Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Studi Kelayakan Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Kenapa Perlu?
Untuk menilai posisi keuangan yang diperlukan perusahaan secara keseluruhan, yang akan digunakan untuk membiayai suatu bisnis atau investasi.
A. Aspek yang dinilai :
1.       Sumber dana yang akan diperoleh
2.       Kebutuhan biaya investasi
3.       Estimasi pendapatan dan biaya investasi
4.       Proyeksi neraca dan Laporan laba/rugi
5.       Kriteria penilaian investasi
6.       Rasio Keuangan

B. Arus Kas : jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatu perusahaan, mulai dari investasi dilakukan sampai dengan berakhirnya investasi. Adapun jenis cash flow yang dikaitkan dengan investasi tersebut adalah :
      1. Initial cash flow : lebih dikenal dgn kas awal, merupakan pengeluaran–pengeluaran pada awal periode investasi.
      2. Operasional cash flow : merupakan kas yang diterima dan dikeluarkan pada saat operasi usaha dalam suatu periode.
      3. Terminal Cash : uang kas yang ada/diterima pada saat usaha tersebut berakhir.
C. Kriteria Peramalan Investasi : digunakan untuk menentukan suatu usaha layak atau tidak untuk dijalankan dengan tinjauan dari aspek keuangannya, adapun perhitungan kelayakan usaha yang sering digunakan adalah :

    1. Pay Back Period (PP) : penilaian terhadap jangka waktu pengembalian investasi suatu proyek atau usaha.
a. Apabila kas bersih sama setiap tahun :
b. Apabila kas bersih berbeda setiap tahun :
             Investasi                     
             Kas bersih tahun 1   (-)
                         X1      
 
             Kas bersih tahun 2   (-)
                         X2

……..(apabila X2 tidak bisa dikurangi kas bersih tahun 3, maka X2 dibagi dengan proceed tahun ke 3)…..

2. Average Rate of Return (ARR): mengukur rata-rata pengembalian bunga dengan cara membandingkan rata-rata laba setelah pajak (EAT) dengan rata-rata investasi.

3. Net Present Value (NPV): atau nilai bersih sekarang, adalah perbandingan antara PV kas bersih (PV proceed) dengan PV investasi (PV capital outlays) dimana selisih antara keduanya merupakan NPV.
Perhitungan PV proceed dicari dengan jalan : proceed x pengembalian bunga yang diinginkan [cost of capital (tabel DF)] selama umur investasi

4. Internal Rate Of Return (IRR) : alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern.

5. Profitability Index (PI) : atau Benefit and Cost Ratio (B/C Ratio) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi.

Kamis, 22 Desember 2011

Peramalan Penjualan


Peramalan Penjualan
Memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, dari hasil olah data dan asumsi pada saat sekarang. Hal ini diperlukan mengingat dimasa yang akan datang penuh dengan berbagai ketidakpastian.

Jenis Jenis Peramalan :
1.      Segi Penyusunan :
Peramalan Subyektif : didasarkan pada perasaan seorang penyusun, dalam hal ini pandangan dan pengalaman masa lalu penyusun sangat menentukan.
Peramalan Obyektif : didasarkan atas data dan informasi yang ada yang kemudian dianalisis dengan teknik dan metode tertentu. Data yang diolah adalah data masa lalau untuk beberapa periode .
2.      Segi sifat ramalan :
Peramalan Kualitatif : didasarkan atas data dari obyek secara langsung, biasanya dari hasil survey, wawancara terstruktur atau penyelidikan.
Peramalan Kuantitatif : didasarkan atas data, referensi atau informasi dimasa lalu (dalam bentuk angka-angka).
3.      Segi jangka waktu :
Peramalan jangka pendek : didasarkan pada waktu kurang dari 1 tahun.
Peramalan jangka menengah : didasarkan pada waktu rentang 1 sampai 3 tahun.
Peramalan jangka panjang : didasarkan pada waktu lebih dari 3 tahun.
 Jenis-jenis metode peramalan:

Deret Waktu (Time series): hubungan antar variabel yang dicari (independent) dengan variabel yang mempengaruhinya (dependent).
1.      Metode Smoothing : jenis peramalan perencaan persediaan dan keuangan dalam jangka pendek yang bertujuan mengurangi ketidakteraturan data (min 2 tahun) dimasa lampau.

2.      Metode Proyeksi Tren dan Regresi : jenis peramalan jangka pendek dan jangka panjang yang digunakan untuk produk baru atau rencana ekspansi dengan melihat garis tren untuk persamaan matematis.

Sebab Akibat (Casual Metods) : hubungan antar variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang mempengaruhinya tetapi bukan waktu.
1.    Metode Regresi Korelasi : jenis peramalan permintaan dan penjualan dalam jangka pendek dan jangka panjang yang didasarkan pada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statistik.
2.    Model Input Output : jenis peramalan untuk menyusun tren ekonomi jangka panjang, dengan pengolahan data lebih dari 10 tahun.

Estimasi Pasar :

Perhitungan estimasi total permintaan pasar :
Q = n x g x p
dimana :
     Q = total permintaan pasar
     n  = jumlah pembeli dipasar
     g  = banyaknya barang yang dibeli rata-rata pertahun
     p  = harga rata-rata satuan

Stategi Persaingan, Strategi Promosi, Strategi Lokasi dan distribusi, Strategi Bauran Pemasaran (marketing mix)

Strategi Persaingan :

a)      Segmentasi Pasar (segmentation)
            Pasar Konsumen  mendasarkan segmentasi atas geografis, demografi, psikografis, perilaku konsuman
            Pasar Industri  mendasarkan segmentasi atas demografi industri, karakteristik         pengoperasian, pendekatan pembeli, personil industri dan faktor situasional).  Pasar Sasaran (market targeting)
            Evaluasi segman pasar dilihat dari ukuran dan jumlah segmen, struktur segmen dan sasaran dan sumber daya perusahaan.
            Memilih segmen yaitu menentukan salah satu atau lebih segmen yang memiliki nilai tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan berapa banyak yang dilayani.  Dan dipasarkan dengan menggunakan pola pemasaran serba sama (melayani semua pasar tanpa ada perbedaan), pemasaran serbaneka (melayani semua pasar dengan ada pembedaan) dan pemasaran terpadu (khusus untuk sumber daya yang terbatas)
c)      Posisi Pasar (market positioning)
            Menentukan posisi produk dengan strategi penentuan atas dasar atribut (contoh : murah atau mahal), kesempatan pengunaan (contoh : minuman energi atau turun panas) kelas pengguna (contoh untuk dewasa atau anak), langsung menghadapi pesaing (pembetukan image bagi konsumen), kelas produk (contoh : untuk kalangan atas, menengah atau bawah)

 Strategi Bauran Pemasaran (marketing mix).
a)      Produk
1)      Penentuan logo dan moto
2)      Menciptakan merek
3)      Menciptakan kemasan
4)      Keputusan label


b)      Harga
1)      Penetapan berdasarkan biaya
•      Cost plus pricing  = Harga pokok = VC + (FC/total sales)
•      Mark up pricing  =  Harga  pokok  per  unit
                                         (1–laba yang diinginkan)
1)      Break Event Pricing atau Target Pricing
                        BEP =      FC              atau     BEP =       FC                 
                                    P – VC                                                1 – VC/P

1)      Percieved Value Pricing
            Adalah harga yang ditentukan oleh kesan pembeli (persepsi) terhadap suatu produk yang ditawarkan

Strategi Lokasi dan distribusi

            Pemilihan lokasi dipengaruhi oleh : kedekatan dengan kawasan Industri, dekat dengan kawasan perkantoran,lokasi pasar, pusat pemerintahan, perumahan atau masyarakat, jumlah pesaing yang ada dalam 1 lokasi, sarana dan prasarana
            Sedangkan distribusi dipengaruhi oleh :  Pertimbangan pembeli dan faktor pasar, karakteristik produk, faktor produsesn atau pertimbangan pengawasan dan keuangan
            Fungsi Saluran distribusi :
    1. Fungsi Transaksi : menginformasikan kepada pelanggan adanya suatu produk dan kelebihan atau manfaat suatu produk.
    2. Fungsi Logistik : pengangkut dan penyortir barang untuk mengatasi perbedaan sementara, menyimpan untuk memelihara dan melindungi barang
    3. Fungsi Fasilitas : penelitian (mengumpulkan informasi tentang anggota saluran dan pelanggan) serta pembiayaan (memastikan bahwa anggota saluran mempunyai uang yang cukup untuk membiayai aliran barang)
Strategi Promosi
            Sarana promosi yang sering digunakan :
    1. Periklanan : pemasangan billboard, brosur, spanduk dan  iklan.
    2. Promosi Penjualan : pemberian harga khusus, potongan harga (diskon), undian, cinderamata dan lain sebagainya.
    3. Publisitas : melalui kegiatan-kegiatan pameran, bakti sosial dan kegiatan lainnya.
    4. Penjualan pribadi : dilakukan secara personal oleh salesman / salesgirl, bahkan di beberapa perusahaan personal selling dilakukan oleh customer service.

Pasar dan Strukturnya


Pasar
Dulu -> Tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.
Skrg -> Kumpulan atau himpunan dari para pembeli, baik pembeli nyata (konsumen yang mempunyai minat, pendapatan/kemampuan dan akses) maupun pembeli potensial (hanya mempunyai minat tanpa didukung kemampuan dan akses) atas suatu produk dan jasa tertentu.
           
Pemasaran
Suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain (kotler).

Tujuan pemasaran :
  1. Memaksimumkan, memudahkan dan merangsang konsumsi
  2. Memaksimalkan kepuasan konsumen
  3. Memaksimumkan pilihan (ragam produk)
  4. Memaksimalkan mutu hidup (kualitas, kuantitas ketersediaan, harga pokok barang, mutu lingkungan fisik dan kultur)
  5. Meningkatkan penjualan barang dan jasa
  6. Menguasai Pasar dan menghadapi pesaing
  7. Memenuhi kebutuhan suatu produk atau jasa
  8. Memenuhi keinginan para pelanggan akan suatu produk atau jasa.

1. Struktur pasar :
•        Persaingan Sempurna.
-          Jumlah penjual dan pembeli banyak, sehingga tindakan penjual secara individu tidak dapat mempengaruhi harga barang dipasar.
-          Barang yang dijual homogen/sejenis, sehingga suatu produsen merupakan pelengkap sempurna bagi yang lain
-          Perusahaan bebas keluar masuk pasar dan industri ini
-          Produsen adalah pengambil harga namun keuntungan yang diperoleh umumnya jangka panjang dan normal semata.
-          Promosi tidak begitu diperlukan, produsen harus mampu menentukan berapa tingkat produksi yang akan dihasilkan
Contoh produknya adalah beras, gandum, industri makanan dan lain-lain.

                       
•        Monopolistik.
-          Mempunyai banyak penjual atau perusahaan, dan memiliki ukuran-ukuran yang sama besarnya.
-          Produk yang dihasilkan berbeda corak, sehingga secara fisik mudah dibedakan antara produsen satu dengan yang lain
-          Perusahaan bebas keluar masuk dalam industri ini
-          Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan dalam menentukan dan mempengaruhi tingkat harga
-          Untuk memperoleh penjualan yang tinggi diperlukan promosi yang sangat besar.
            Contoh produknya adalah rokok, motor, sandal, sepatu, pulpen dan lain sebagainya.
•        Oligopoli.
-          Struktur pasar dengan sedikit penjual dan barang yang dihasilkan adalah barang standar
-          Produsen baru kesulitan masuk dalam industri ini dikarenakan memerlukan modal yang cukup kuat dan besar untuk masuk kedalamnya.
-          Kekuatan menentukan harga sangat tergantung pada keadaan, apabila perusahaan melakukan kerjasama dengan perusahaan lain maka kekuasaan menentukan harga relatif lebih kuat.
-          Perusahaan dalam pasar ini jarang bersaing mengenai harga, tetapi relatif bersaing pada faktor lain (kualitas, desain atau corak)
            Contoh produknya adalah mobil, industri baja, semen dan lain sebagainya.

•        Monopoli.
-          Struktur pasar dimana hanya terdapat satu penjual atau produsen
-          Barang yang dihasilkan tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
-          Produsen baru sangat sulit untuk masuk ke pasar ini, karena penguasaan bahan baku/mentah oleh pihak tertentu, peraturan pemerintah (hak paten, hak pengelolaan eksklusif), terdapat skala ekonomi yang umumnya untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
-          Produsen sangat kuat dalam menentukan tingkat harga
            Contoh produknya adalah gula, tepung terigu, listrik, kereta api dan lain sebagainya