Tampilkan postingan dengan label Service Excellence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Service Excellence. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

ETIKET JAMUAN MAKAN INTERNASIONAL




A. Awal dari Sebuah Jamuan

Undangan jamuan makan biasanya datang satu minggu sebelum hari “H”, pada bagian bawah kiri undangan seringkali seringkali tertulis kalimat R.S.V.P (Respondez S’il Vous Plait), maksudnya anda diminta memberikan jawaban atau kepastian kedatangan, konfirmasikan kedatanngan via telepon atau bicara langsung. Ini penting dilakukan karena berguna bagi si penyelenggara acara, baik untuk pemesanan tempat maupun order menu hidangan.
            Ketika hari acara tiba, usahakan jangan datang terlambat sehingga membuat anda merasa canggung saat memasuki ruangan. Datanglah 10-15 menit sebelum acara perjamuan dimulai, datang lebih awal membuat perasaan anda lebih nyaman, mengenal situasi dan mempunyai waktu untuk beramah tamah dengan tuan rumah maupun tamu-tamu yang lain.
Seringkali di dalam undangan juga disebutkan pakaian yang harus dikenakan sesuai tema acara. Pakailah busana sesuai ketentuan, jangan sampai anda satu-satunya yang berbusana kebaya tradisional diantara tamu-tamu berpakaian casual, atau anda berdandan tebal dengan sepatu hak tinggi, sementara temanya pesta kebun dengan hidangan serba panggang (barbeque). Tentu saja anda akan sulit melangkah karena hak sepatu menancap di tanah dan make up anda menjadi luntur karena asap dan udara panas.
Pada pesta-pesta gala dinner, sebelum acara makan di lakukan biasanya ada pre-dinner. Sambil menunggu VIP guest, tamu-tamu sambil berdiri menikmati snack dan minuman ringan. Hidangannya berupa kue-kue kecil atau aneka keripik (chips). Minuman apperitif seperti cocktail, fruit punch, juice dan minuman beralkohol ringan turut serta disajikan. Ambilah minuman dan kue yang anda suka dan jangan sungkan makan sambil berdiri dan bercakap-cakap.               Diusahakan percakapan yang bersifat netral, telenovela favorit, hobi dan kabar teman maupun keluarga bisa dijadikan topik pembicaraan. Sebaiknya obrolan dilakukan berkelompok, gunakan nada suara sedang dan selingi dengan joke ringan agar suasana lebih akrab dan hidup.

B. Saat Jamuan Makan

            Jamuan makan yang dilakukan di hotel maupun restauran dengan jumlah tamu yang banyak, seringkali menggunakan buffet service (prasmanan). Aturan mainnya, tamu melakukan self service. Mulai dari hidangan pembuka (appetizer) sampai penutup (dessert) anda di wajibkan mengambil hidangan sendiri dan menyantapnya di meja makan yang sudah di set up piranti makannya. Ada juga yang menggunakan american service, pelayanannya tamu duduk di meja sedangkan hidangan dikeluarkan secara berurutan oleh waiter/s
Dalam jamuan makan Internasional, meja makan sudah di set up alat-alat makannya sesuai menu yang akan di sajikan. Standarnya, didepan anda persis ada show plate, sebuah piring besar yang tidak digunakan untuk makan. Fungsi dari show plate hanya sebagai pemanis meja makan, menempatkan napkin dan sebagai alas piring saji. Tahap pertama, setelah anda duduk, buka napkin dan letakan di pangkuan anda. Jika ukuran napkin terlalu lebar, bukalah separunya saja. Gunakan alat makan, baik itu garpu, pisau, dan sendok selalu mulai dari paling luar atau paling jauh dari piring. Ambil berpasangan kiri dan kanan, kecuali pisau, garpu atau sendok dessert yang letaknya di atas piring main course.
C. Menikmati Hidangan Pembuka (Appetizer)
            Sebelum hidangan pembuka di sajikan, pada B&B Plate(piring roti dan mentega) sudah disajikan roti dan mentega, biasanya dinner roll atau brioche. Roti ini disantap sambil menunggu hidangan pembuka tiba (salad/soup). Jangan menyantapnya dengan pisau dan garpu. Makan dengan menggunakan tangan, sobek roti dengan ukuran sekali suap dan olesi dengan butter (jika tersedia).
Pada jamuan makan lengkap, biasanya appetizer terdiri dari dua zenis hidangan. Giliran pertama cold appetizer atau hidangan pembuka dingin. Ragam makanannya berupa aneka salad, shrim coktail atau cold canape (sandwich kecil yang disajikan dingin). Cara makannya dengan menggunakan pisau ditangan kanan dan garpu di pegang tangan kiri. Perhatikan bentuknya, pisau dan garpu untuk salad ukurannya lebih kecil dibandingkan cutelery untuk untuk hidangan utama.
Giliran kedua hot appetizer (pembuka panas), makanan yang disajikan biasanya aneka jenis soup. Alat hidang yang digunakan adalah mangkuk kecil dengan dua telinga dan sendok soup(bertangkai pendek dan berujung bulat). Cara makannya, hirup soup dari tepi sendok bukan di suap dari ujung sendok, jika hampir habis, miringkan cup soup sehingga anda mudah mengambilnya. Jangan sekali-kali meniup soup yang disajikan panas, aduk perlahan dan tunggu beberapa saat sampai panas agak berkurang. Anda diperkenankan menghirup soup dari mangkok soup, dengan catatan soup disajikan dengan mangkuk bertelinga (sebaiknya jangan dilakukan). Setelah selesai, letakan sendok soup di atas saucer (alas cup soup) agar waiter/s lebih mudah melakukan clear up.

D. Menyantap Hidangan Utama (main course)
            Hidangan utama biasanya berupa hidangan dari daging, unggas, sea food maupun telur, baik di baik dilengkapi saus maupun tidak. Ada kalanya main course disajikan bersama olahan sayuran dan kentang sebagai pendamping menu utama. Cara makannya bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama a la Amerika, makanan dipotong-potong dulu kemudian letakan pisau di sisi kanan piring, kemudian garpu dipindahkan ke tangan kanan untuk menyuap makanan. Gaya Eropa lain lagi, pisau selalu di tangan kanan untuk memotong dan menikmati hidangan dengan garpu menggunakan tangan kiri. Peganglah pisau dan garpu seluwes mungkin, usahakan posisi jari telunjuk tepat di atas punggung garpu atau pisau, ini memudahkan anda saat memotong makanan dan kelihatan tidak kaku. Anda boleh menggunakan satu diantaranya yang lebih mudah.
Hidangan utama biasanya disajikan dengan minuman penyerta. Makanan dari daging disertai dengan red whine sedangkan sea food disertai white wine. Jika anda tidak mengkonsumsi wine, tolak dengan halus dan katakan minuman pengganti yang anda inginkan.

E. Dessert, Hidangan Manis Untuk Penutup

            Hidangan penutup banyak sekali ragamnya, ada kalanya disajikan aneka cake, ice cream, pudding, potongan buah-buahan, shorbet atau punch. Alat hidang yang digunakan berupa sendok, garpu dan pisau kecil yang diletakan pada bagian atas piring main course. Jika dessert berupa minuman yang disajikan dengan gelas disertai hiasan di atasnya, santap hiasan terlebih dahulu atau sisihkan sehingga memudahkan anda di saat menikmatinya.

F. Digestif Drink, Minuman Penyempurna Jamuan

            Sering juga disebut dengan after dinner drink, minuman ini dinikmati setelah acara jamuan makan selesai. Fungsi dari sajian digestif drink adalah untuk membantu mencerna makanan. Sering di sajikan aneka minuman yang mengandung alkohol seperti, Cohnac, Brandy, Calvados atau Whiskey. Untuk para wanita umumnya lebih menyukai Apricot Brandy, Orange Liqueur atau Benedictine.

Jika anda bukan penikmat wine, mintalah dengan sopan kepada pelayan untuk diganti dengan juice, soft drink, kopi maupun teh. Untuk minuman yang disajikan dengan sendok pengaduk, jangan sampai saat mengaduk sendok membentur dasar maupun dinding cangkir sehingga mengeluarkan bunyi. Sedangkan minuman yang di sajikan dengan gelas berkaki, pegang dengan posisi jari kelingking, jari manis dan tengah berada dikaki gelas, sedangkan ibu jari dan jari telunjuk menahan keseimbangan pada badan gelas. Adakalanya waiter/s menawarkan tambahan minuman, cara menolaknya cukup anda menyentuh bibir gelas dengan jari telunjuk dan katakan terima kasih. Jaga jangan sampai ada noda lipstick di bibir gelas atau ujung sedotan.
            Agar nampak luwes dan elegant di saat jamuan, jangan malu untuk melatih diri baik di rumah maupun ikut kursus table maner yang sekarang banyak di tawarkan. Nampaknya begitu rumit dan terkesan banyak aturan, namun begitulah adanya. Sebuah etiket jamuan makan internasional yang sudah menjadi standar global service di hotel, maupun restaurant.

G. Tabu Dilakukan Selama Jamuan Makan
1.      Selama jamuan makan berlangsung, jangan duduk membungkuk atau bersandar malas. Duduklah dengan tegak dengan jarak badan dengan tepi meja selebar lima jari. Hindari mengembangkan kedua belah siku dan meletakannya di atas meja makan.
2.       Jika jamuan dilakukan di rumah dan anda duduk satu meja dengan host (tuan rumah), jangan buka napkin sebelum tuan rumah melakukanya. Serbet makan hanya digunakan untuk menyeka jari tangan dan bibir. Jangan sekali-kali menyeka keringat, hidung atau membersihkan peralatan makan dengan napkin.
3.      Jangan menyuap makanan dengan porsi yang besar, apalagi mengunyah dengan berkecap. Kunyah makanan dengan posisi mulut tertutup dan tanpa kecap. Berbicara ketika mulut masih penuh makanan juga harus dihindari.
4.      Minum dilakukan pada saat mulut tidak terisi makanan. Teguklah perlahan tanpa mengeluarkan bunyi.
5.       Jangan berbicara atau mengambil hidangan tanpa meletakan peralatan makan terlebih dahulu.
6.       Jika anda melakukan kesalahan, seperti menumpahkan minuman atau menjatuhkan alat makan. Jangan panik, segera minta maaf dengan tamu yang diduk disekeliling kita dan panggil waiter/s untuk membersihkannya.
7.      Apabila ada hidangan yang disajikan dengan sumpit, makan dengan agak menunduk agar tidak berjatuhan. Jangan menusuk makanan dengan sumpit atau mengembalikan makanan yang telah di ambil.
8.      Jangan mengambil makanan yang berlebihan sehingga piring anda terlihat seperti gunung. Ambil seperlunya dan tambah lagi jika anda menginginkannya.
9.      Usahakan jangan meninggalkan meja selama jamuan berlangsung. Jika anda terpaksa harus meninggalkan ruangan dan akan kembali lagi, mintalah ijin dan letakan napkin di sandaran atau di dudukan kursi sebagai tanda anda akan kembali lagi.
10.  Merokok sebaiknya dilakukan bila semua tamu telah selesai menyantap hidangan penutup. Biasanya di lakukan di saat digestif drink pada akhir jamuan.
11.  Sebisa mungkin jangan menggunakan tusuk gigi di meja makan, lakukan di toilet. Jika terpaksa dilakukan, tutup mulut anda dengan napkin atau telapak makan sebelah kiri.

12.  Di akhir jamuan, sampaikan sedikit pujian kepada tuan rumah atau pihak penyelenggara, seperti makananya lezat atau suasana pestanya meriah. Ucapkan terima kasih dengan senyuman dan berpamitlah.


Jumat, 02 Desember 2011

Showmanship


Ø  Showmanship
Pada saat kita melayani costumer kita atau tamu kita kita tidak sekedar melayani tetapi kitaharus melayani kearah service yang excellence, yang di dalamnya kita harus mempunyai jiwa showman ship. Show artinya menunjukkan kemampuan kita misalnya  denga ramah tamah, menunjukan personal grooming kita , dan performance kita. Agar costumer atau tamu yang kita layani merasakan bahwa kita benar benar melayani dengan hati yang tulus.
Contoh : Misalnya saat kita menginap di hotel A dengan tariff mahal dan pelayanan yang kita dapatkan tidak memuaskan maka kita akan menyebarluaskan kepada teman kita atau saudara kita bahwa di hotel  A itu mahal dan pelayanannya kurang bagus dan menganjurkan teman atau saudara anda untuk tidak menginap di hotel A .

Kembali lagi kepada Showmanship yang berarti Show ( menunjukkan ) kelebihan kita setiap kelebihan kita akan menarik konsumen untuk berkunjung kepada kita karena kita mempunyai sesuatu yang lebih.




Ø  Service Level
      Adalah hal hal yang berkaitan dengan durasi atau waktu pelayanan, yang meliputi :
  • Good ( Baik )
Misalnya menabung di bank dengan waktu pelayanan yang singkat
  • Very Good ( Sangat Baik )
Pelayanan dengan kurun waktu yang sedang
  • Excellence ( Dahsyat )
Misalnya Check In di hotel dengan pelayanan yang relative lama mulai dari masuk di pintu hotel kita sudah di layani kemudian dengan segenap layanan yang akan di berikan oleh pihak hotel kepada kita sehingga kita dapat menilai pelayanannya.

Belajar Etika Sehari-hari


A.  ETIKA BERTAMU
Apabila kita hendak bertamu tentu saja ada aturannya, misalnya dengan mengenal ddan memahami situasi kapan dan bagaimana kita harus bertamu. Etika bertamu antara lain adalah :
    1. Waktu
Waktu sangat penting untuk diperhatikan karena saat kita bertamu mau tidak mau kita harus memahami kondisi sang tuan rumah apa dia sibuk atau sedang senggang karena waktu kita bertamu jangan sampai kita menjadi tamu pengganggu. Waktu yang perlu di hindari untuk bertamu adalah terlalu pagi, saat istirahat siang , dan pada saat malam hari yang sudah terlalu larut, kita perlu memperhatikan waktu bertamu agar sang tuan rumah tidak terganggu. 
    1. Mengetuk pintu
Mengetuk pintu syaratnya wajib, dengan mengetuk pintu kita telah memberitahukan sang tuan rumah bahwa ada seseorang yang ingin bertamu. Pada jaman sekarang hampir di setiap rumah sudah tersedia bel untuk mempermudah tamu agar tidak usah repot mengetuk pintu cukup memencet bel saja.
    1. Mengucapkan salam
 Dalam hal ini perlu sebagai rasa sopan santun terhadap sang tuan rumah sekaligus pelengkap etika kita dalam bertamu.
    1. Cara kita duduk atau sikap duduk kita
Setelah kita dipersilahkan masuk tentunya kita juga dipersilahkan untuk duduk, dalam hal ini cara kita duduk atau sikap duduk kita akan  mencerminkan bagaimana sikap kita jadi cara kita untuk duduk harus benar  benar di jaga.



    1. Cara kita berkomunikasi
Komunikasi sangat diperlukan karena tanpa komunikasi maksud dan tujuan kita tidak akan tersampaikan. Untuk itu cara komunikasi kita perlu diperhatikan agar hal yang ingin kita sampaikan dapat dengan mudah dimengerti maksudnya.
    1. Cara kita menghadapi Suguhan atau jamuan 
Dalam menghadapi jamuan atau suguhan dari tuan rumah untuk minuman sebaiknya kita meminum sekurang kurangnya lebih dari setengah gelas tersebut, hal ini menandakan kita menghargai dan menghormati sang tuan rumah. 
  1. ETIKA DI MEJA MAKAN
Etika dalam meja makan sangat diperlukan untuk diri sendiri atau orang lain agar pada saat kita makan sikap kita tidak merusak   selera makan orang lain. Etika di meja makan meliputi :
    1. Sikap Duduk
    2. Mendahulukan yang lebih tua untuk mengambil makanan
    3. Mengambil makanan secukupnya
    4. Peralatan makan tidak boleh sampai menimbulkan bunyi
    5. Saat kita mengunyah makanan jangan sampai menimbulkan bunyi
    6. Jangan sampai menyisakan makanan
    7. Posisi sendok dan garpu ketika selesai makan ditelungkupkan
    8. Pada saat kita minum tidak boleh sampai menimbulkan bunyi
    9. Tidak boleh bersendawa   
  1. ETIKA BERPAKAIAN
Etika berpakaian harus disesuaikan dengan waktu dan tempat. Kita tidak mungkin memakai baju tidur untuk pergi ke kantor dan juga sebaliknya, kita tidak akan memakai aju kantor untuk tidur. Baju yang kita pakai kerja harus kita sesuaikan misalnya dengan menyelaraskan warna dan aksesorisnya misalnya sepatu dan tas untuk yang permpuan tapi untuk yang laki – laki mungkin dengan menyelaraskan warna dasi. Etika berpakaian dibentuk agar penampilan kita lebih baik lagi dalam melayani costumer.  

High Personality


ü  Membentuk Sikap Dasar Melayani
Pada dasarnya kita semua mempunyai jiwa untuk melayani baik diri sendiri maupun orang lain. Melayani orang lain bias kita terapkan pada anggota keluarga kita misalnya misalnya membuatkan opi ketika ayah kita membaca Koran, kita juga bisa memberi contoh sambil melayani misalnya membantu pekerjaan rumah adik kita jika mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.
Apabila kita melayani orang lain tentu beda dengan kita melayani anggota keluarga kita karena kita di tuntut untuk memiliki kesabaran lebih dari pada kita melayani anggota keluarga sendiri. Disini kita selain dituntut memiliki kesabaran yang tinggi kita juga di haruskan memiliki ramah tamah yang lumayan besar karena costumer lah yang menentukan pekerjaan kita, selain hal itu kita harus memiliki jiwa sunguh – sunguh membantu orang lain dan tentunya budi pekerti yang baik.

Dalam pekerjaan, kita harus memperhatikan :
ü  Job Performance
Performance yang dimaksud disini adalah keseluruhan penampilan kita tidak hanya seputar penampilan fisik ( appearance ) saja, tapi juga masalah bagaimana carakita duduk, cara melayani tamu , menangani masalah atau komplain dari costumer kita, juga menyangkut personal grooming kita (kebersihan diri, kerapian diri, kesehatan diri )
Misalnya : Dalam melayani tamu dengan vocal yang bagus. Kita sebagai karyawan harus rajin , selalu tepat waktu , dan selalu mengerjakan tugas dengan cepat dan tepat.
Dalam hal ini juga membutuhkan bahasa tubuh atau body language atau yang biasa kita sebut dengan gesture.
  • Bahasa Tubuh
Digunakan agar maksud kita dapat dengan mudah dimengerti oleh costumer atau tamu kita. Anggota tubuh yang biasa digunakan adalah :
    1. Gerakan tangan


Gerakan tangan bisa kita lakukan apabila kita mempersilahkan tamu kita untuk duduk atau hal yang lainnya.
    1. Kaki
    2. Kepala
Kita bisa menggunakan  gerakan kepala ketika kita mengungkapakan bahwa kita mengerti akan keluhan costumer kita atau tamu kita agar tamu kit dapat merasa kita memperhatikannya.
    1. Badan
Bungkukkan badan ketika kita menyambut kedatangan tamu karena dengan kita membungkukkan maka tamu akan merasa dihargai.
    1. Bibir
Bibir erat hubungannya dengan senyum, saat kita melayani tamu atau costumer kita kita hendaknya melempar sebuah senyuman karena sebuah senyum dapat mencairkan suasana.
    1. Kontak Mata
       Lakukan kontak mata walaupun hanya sebentar karena ketika kita melakukan hal ini maka costumer akan merasa bahwa ia dianggap keberadaannya.
    1. Jari Tangan
·         Olah Vocal
Olah vocal yang di maksud disini adalah mencangkup bagaimana tutur bahasa kita, ucapan kita, intonasi kita harus jelas , karena vocal kita akan mempengaruhi kita untuk berinteraksi dengan orang lain. Vocal kita adalah alat untuk berkomunikasi.
ü  Manfaat Apabila Kita menerapkan  sikap  Dasar  melayani dalam kehidupan sehari – hari :
1. Dihargai orang
2. Percaya diri
3. Dihormati orang
4. Dapat di percaya orang lain ( kredibilitas )
Bila disimpulkan maka semua itu adalah ciri orang dengan HIGH PERSONALITY